Terdakwa kasus suap Kemenakertans Dharnawati menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tindak pidana korupsi, Jakarta (5/12). Dharnawati mengaku sempat kesal karena terus didesak untuk membayar comitment fee oleh pejabat Kemenakertrans. TEMPO/Aditia Noviansyah

Dua penuntut umum membawa barang bukti berupa kardus duren berisi uang dalam sidang lanjutan kasus suap Kemenakertans dengan terdakwa Dharnawati di Pengadilan Tindak pidana korupsi, Jakarta (5/12). Dharnawati mengaku sempat kesal karena terus didesak untuk membayar comitment fee oleh pejabat Kemenakertrans. TEMPO/Aditia Noviansyah

Penuntut umum mengeluarkan uang dari dalam kardus duren dalam sidang lanjutan kasus suap Kemenakertans dengan terdakwa Dharnawati di Pengadilan Tindak pidana korupsi, Jakarta (5/12). Dharnawati mengaku sempat kesal karena terus didesak untuk membayar comitment fee oleh pejabat Kemenakertrans. TEMPO/Aditia Noviansyah

Penuntut umum menunjukan uang dari dalam kardus duren dalam sidang lanjutan kasus suap Kemenakertans dengan terdakwa Dharnawati di Pengadilan Tindak pidana korupsi, Jakarta (5/12). Dharnawati mengaku sempat kesal karena terus didesak untuk membayar comitment fee oleh pejabat Kemenakertrans. ANTARA/Andika Wahyu

Terdakwa kasus suap Kemenakertans Dharnawati menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tindak pidana korupsi, Jakarta (5/12). Dharnawati mengaku sempat kesal karena terus didesak untuk membayar comitment fee oleh pejabat Kemenakertrans. TEMPO/Aditia Noviansyah

Terdakwa kasus suap Kemenakertans Dharnawati berbicara dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tindak pidana korupsi, Jakarta (5/12). Dharnawati mengaku sempat kesal karena terus didesak untuk membayar comitment fee oleh pejabat Kemenakertrans. TEMPO/Aditia Noviansyah