Seorang pasien gangguan jiwa di Yayasan Galuh di Kampung Sepatan Gang Bambu Kuning IX, Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Subekti

Sejumlah pasien gangguan jiwa di Yayasan Galuh di Kampung Sepatan Gang Bambu Kuning IX, Bekasi, Jawa Barat, (29/10). Beban hidup yang semakin berat, menjadi salah satu penyebab warga banyak mengalami stres. TEMPO/Subekti

Sejumlah pasien gangguan jiwa di Yayasan Galuh di Kampung Sepatan Gang Bambu Kuning IX, Bekasi, Jawa Barat, (29/10). TEMPO/Subekti

Sejumlah pasien gangguan jiwa kakinya terikat dengan rantai pada sebuah tiang di Yayasan Galuh di Kampung Sepatan Gang Bambu Kuning IX, Bekasi, Jawa Barat, (29/10). TEMPO/Subekti

Kkai pasien gangguan jiwa terlihat terikat dengan rantai sata berada di Yayasan Galuh di Kampung Sepatan Gang Bambu Kuning IX, Bekasi, (29/10). Beban hidup yang semakin berat, menjadi salah satu penyebab banyak warga yang stres. TEMPO/Subekti

Suasana Yayasan Galuh yang berisi sejumlah pasien gangguan jiwa di Kampung Sepatan Gang Bambu Kuning IX, Bekasi, Jawa Barat, (29/10). Menurut Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Sekitar 0,46 persen dari total populasi Indonesia berisiko mengalami gangguan jiwa berat. TEMPO/Subekti