Seorang germo remaja bernama Chimoy (kanan) saat berdandan ditemani seorang anak buahnya di sebuah kamar kos di Bandung, Jawa Barat (1/8). Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyebutkan telah ditemukan 21 gadis yang berprofesi sebagai germo remaja di Indonesia. (AP Photo/Dita Alangkara)

Chimoy memperlihatkan tato punggungnya saat diwawancara di sebuah kamar kos di Bandung, Jawa Barat (1/8). Dalam dua tahun terakhir ini terdapat kemunculan germo remaja yang merekrut anak di bawah umur menjadi wanita pekerja seks menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (AP Photo/Dita Alangkara)

Chimoy memperlihatkan tato kupu-kupu di tangannya saat mengisap sebatang rokok di sebuah kamar kos di Bandung, Jawa Barat (1/8). Menurut KPAI remaja yang berprofesi sebagai germo atau dikenal juga dengan istilah mami ini umumnya baru berusia 14 hingga 16 tahun . (AP Photo/Dita Alangkara)

Seorang pekerja seks remaja membaca pesan di ponselnya di sebuah rumah kos di Bandung (1/8). KPAI mengkhawatirkan puluhan remaja yang terungkap sebagai germo ini hanyalah puncak gunung es saja, dan masih banyak lagi remaja yang sudah masuk dalam dunia perdagangan seks. (AP Photo/Dita Alangkara)

Sebuah gambar pasangan yang dilukis di atas tembok kamar kos Chimoy di Bandung, Jawa Barat (29/8). Chimoy menceritakan gambar ini merupakan representasi dari mimpinya yang berharap suatu hari akan bertemu dengan pangeran idamannya dan hidup bahagia selamanya. (AP Photo/Dita Alangkara)

Sejumlah anak memasang prakarya pada tembok penampungan sementara milik yayasan Bahtera yang menyediakan pendidikan non-formal untuk mencegah anak-anak menjadi korban eksploitasi seks di Bandung, Jawa Barat (29/8). Yayasan ini bertujuan agar kasus kekerasan seksual tidak terjadi lagi. (AP Photo/Dita Alangkara)