Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Aroma Kopi Puntang yang Telah Mendunia

Editor

Petani memeriksa tingkat kematangan dan aroma kopi di sela-sela roasting di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2024. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia. Luasnya potensi pasar kopi Indonesia turut membuka lebar peluang bagi masyarakat untuk berwirausaha di bidang perkopian. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Petani memeriksa tingkat kematangan dan aroma kopi di sela-sela roasting di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2024. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia. Luasnya potensi pasar kopi Indonesia turut membuka lebar peluang bagi masyarakat untuk berwirausaha di bidang perkopian. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

18 Juni 2024 00:00 WIB

Pekerja mengeringkan biji kopi yang telah dipanen di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2024. Kesempatan emas ini turut dimanfaatkan Ayi Sutedja, pria 57 tahun yang berhasil membawa aroma Kopi Puntang mendunia. Ia memulai langkahnya dengan menitipkan biji Kopi Puntang jenis arabika untuk dibawa Kementerian Perdagangan dalam ajang Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo 2016. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Pekerja mengeringkan biji kopi yang telah dipanen di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2024. Kesempatan emas ini turut dimanfaatkan Ayi Sutedja, pria 57 tahun yang berhasil membawa aroma Kopi Puntang mendunia. Ia memulai langkahnya dengan menitipkan biji Kopi Puntang jenis arabika untuk dibawa Kementerian Perdagangan dalam ajang Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo 2016. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

18 Juni 2024 00:00 WIB

Sertifikat milik Ayi Sutedja dikediamannya di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2024. Di acara Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo 2016., Kopi Puntang menjadi kopi termahal dengan harga 55 dolar AS per kilogram. Peringkatnya juga tertinggi, dengan skor 86,25 dari Q-Grader yang telah lulus ujianm Coffee Quality Institute setelah melewati pelatihan dan ujian yang ketat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Sertifikat milik Ayi Sutedja dikediamannya di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2024. Di acara Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo 2016., Kopi Puntang menjadi kopi termahal dengan harga 55 dolar AS per kilogram. Peringkatnya juga tertinggi, dengan skor 86,25 dari Q-Grader yang telah lulus ujianm Coffee Quality Institute setelah melewati pelatihan dan ujian yang ketat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

18 Juni 2024 00:00 WIB

Petani muda memanen kopi arabika di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2024. Pada 2020, Kopi Puntang juga sekali lagi diperkenalkan ke para penikmat kopi dunia lewat kontes yang diikuti Anomali Kopi di Prancis. Kopi kebanggaan Jawa Barat ini berhasil menyabet medali perunggu. Sejak itu, nama Kopi Puntang mulai dikenal di mancanegara. Berbagai pesanan biji kopinya mulai berdatangan, dari Eropa hingga Amerika. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Petani muda memanen kopi arabika di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2024. Pada 2020, Kopi Puntang juga sekali lagi diperkenalkan ke para penikmat kopi dunia lewat kontes yang diikuti Anomali Kopi di Prancis. Kopi kebanggaan Jawa Barat ini berhasil menyabet medali perunggu. Sejak itu, nama Kopi Puntang mulai dikenal di mancanegara. Berbagai pesanan biji kopinya mulai berdatangan, dari Eropa hingga Amerika. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

18 Juni 2024 00:00 WIB

Ayi Sutedja mengemas kopi dikediamannya di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2024. Ayi mengatakan, di lereng Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, pohon kopi pada awalnya hanya dimanfaatkan warga sebagai pembatas kebun sayuran. Tidak ada perkebunan khusus kopi, apalagi petani khusus yang mengelola komoditas ini. Baru beberapa tahun terakhir Kopi Puntang mulai naik kasta menjadi kopi organik yang memiliki skor tertinggi di beberapa ajang penilaian kopi. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Ayi Sutedja mengemas kopi dikediamannya di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2024. Ayi mengatakan, di lereng Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, pohon kopi pada awalnya hanya dimanfaatkan warga sebagai pembatas kebun sayuran. Tidak ada perkebunan khusus kopi, apalagi petani khusus yang mengelola komoditas ini. Baru beberapa tahun terakhir Kopi Puntang mulai naik kasta menjadi kopi organik yang memiliki skor tertinggi di beberapa ajang penilaian kopi. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

18 Juni 2024 00:00 WIB

Pekerja memasarkan produk kopi Puntang di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2024. Ada beberapa faktor yang membuat Kopi Puntang memiliki rasa yang khas. Pertama, Gunung Puntang memiliki tanah humus di ketinggian sekitar 1.400 mdpl. Kedua, suhu di Gunung Puntang kurang dari 20 derajat. Lalu yang ketiga, benih kopi yang ditanam adalah benih kopi Sunda. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Pekerja memasarkan produk kopi Puntang di kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2024. Ada beberapa faktor yang membuat Kopi Puntang memiliki rasa yang khas. Pertama, Gunung Puntang memiliki tanah humus di ketinggian sekitar 1.400 mdpl. Kedua, suhu di Gunung Puntang kurang dari 20 derajat. Lalu yang ketiga, benih kopi yang ditanam adalah benih kopi Sunda. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

18 Juni 2024 00:00 WIB