He Zili, bocah berumur 11 tahun berjalan dengan kaki dirantai di dekat rumahnya di Zhejiang, China, (27/11). Karena menderita ganguan mental, kaki bocah ini selalu diikat dengan rantai oleh kakeknya sebab Zili memiliki kecenderungan untuk menyerang orang di sekelilingnya . REUTERS/William Hong

He Zili, bocah 11 tahun sedang duduk dengan kaki dirantai di rumahnya di Zhejiang, China; (27/11). Menderita ganguan mental, kaki Zili selalu dirantai oleh kakeknya sebab Zili memiliki kecenderungan untuk menyerang orang di sekelilingnya . REUTERS/William Hong

He Zili (11) bocah ganguan mental di raitai kakinya oleh kakeknya yang juga cacat fisik di rumahnya di Zhejiang, China, (27/11). Mengalami gangguan mentail, membuat keluarga terpaksa merantai kaki Zili karena cenderung menyerang orang di sekitarnya. REUTERS/William Hong

Seorang kakek yang mengalami cacat fisik merantai kaki cucunya, He Zili (11) karena mengalami gangguan mental di rumanya di Zhejiang, China, (27/11). Keluarga tidak mempunyai pilihan untuk merantai kaki Zili sebab Zili cenderung menyerang orang di sekitarnya. REUTERS/William Hong

Seorang kakek cacat fisik memegang rantai yang terikat pada kaki cucunya, He Zili (11) di rumahnya di Zhejiang, China, (27/11). Diikatnya kaki Zili karena Zili cenderung menyerang orang disekitarnya. REUTERS/William Hong

Kaki He Zili yang terikat dengan rantai karena mengalami ganguan mental di rumahnya di Zhejiang, China, (27/11). Zili yang dirawat oleh kakeknya yang mengalami cacat fisik ini harus dirantai kakinya setiap waktu karena Zili cenderung menyerang orang di sekitarnya. REUTERS/William Hong