Saat menghadapi hukuman mati, Nelson Mandela berbicara dari beranda atas Pengadilan Rivonia, April 1964: "Selama hidup saya, saya telah mendedikasikan diri untuk perjuangan bersama orang-orang Afrika. Saya telah berjuang melawan dominasi putih, juga berjuang melawan dominasi hitam. Saya menghargai kondisi ideal sebuah masyarakat yang demokratis dan bebas di mana semua orang hidup bersama dalam harmoni dengan kesempatan yang sama. Ini adalah hal yang saya harapkan terwujud dan untuk direalisasikan. Bila perlu, saya siap mati untuk itu." AP/The Star Tribune, Jerry Holt

Setelah dibebaskan dari 27 tahun masa hukumannya, dari balkon Balai Kota Cape Town pada hari Minggu, 11 Februari 1990:" Saya menyambut Anda semua atas nama perdamaian, demokrasi, dan kebebasan untuk semua. Saya berdiri di sini bukan sebagai nabi, tetapi sebagai hamba yang rendah hati. Pengorbanan yang tak kenal lelah dan heroik Anda semua telah memungkinkan bagi saya untuk berada di sini hari ini. Karena itu, saya menempatkan sisa hidup saya di tangan Anda." REUTERS/Paul McErlane

Soal rasisme dalam otobiografinya, Long Walk to Freedom, yang diterbitkan pada 1994: "Tidak ada yang lahir untuk membenci orang lain karena warna kulitnya, atau latar belakangnya, atau agamanya. Orang harus belajar untuk bisa membenci. Maka jika mereka dapat belajar untuk membenci, mereka pasti dapat diajarkan untuk mencintai karena cinta datang lebih alami ke dalam hati manusia, bukan sebaliknya." REUTERS/Thomas White

Saat pelantikannya di Pretoria, Mei 1994: "Tidak pernah, tidak pernah, dan tidak akan pernah lagi tanah yang indah ini akan mengalami penindasan oleh satu atas yang lain dan membaui dunia dengan ketidakbermartabatannya." AP/Denis Farrell

Soal masa depan yang demokratis, dalam sebuah pidato di Majelis Umum PBB, New York, September 1998: "Saat saya duduk di Qunu dan menjadi sedemikian kuno seperti bukit itu, saya akan terus menumbuhkan harapan bahwa akan muncul kader pemimpin di negara dan daerah saya sendiri, di benua dan di dunia, yang tidak akan memungkinkan dirampasnya kebebasan mereka seperti kami, supaya jangan ada yang berubah menjadi pengungsi seperti kami, tak ada yang dikutuk karena menyebabkan kelaparan seperti yang kami alami, dan tak ada yang harus dilucuti martabat kemanusiaannya seperti kami." REUTERS

Soal kematian, dalam sebuah wawancara untuk nominasi Academy Award 1996 untuk film dokumenter tentang dirinya: "Kematian adalah sesuatu yang tak terelakkan. Ketika seseorang telah melakukan apa yang ia anggap sebagai tugasnya untuk rakyat dan negerinya, ia bisa beristirahat dalam damai. Saya percaya saya telah melakukannya dan itu mengapa saya akan tidur untuk selamanya." REUTERS/Mike Hutchings