Karya seniman dalam pameran berjudul Sasiseru atau Sasi Seni Rupa di Lobby utama Sahid Rich Hotel Yogyakarta, diadakan tanggal 1-23 Maret (19/3). Pameran seni rupa yang menampilkan karya karya lukis dan kerajinan tangan ini banyak menanpilkan figur tokoh baik fiksi maupun nyata. (TEMPO/Shinta Maharani)

Salah satu lukisan figur tokoh fiksi berisi seorang perempuan dengan paduan organ hewan dalam pameran Sasiseru atau Sasi Seni Rupa di Lobby utama Sahid Rich Hotel Yogyakarta yang diadakan tanggal 01-23 Maret, Yogyakarta (19/3). Pameran seni rupa yang merupakan pameran visual dan seni rupa ini adalah hasil karya seniman kontemporer. (TEMPO/Shinta Maharani)

Karya seniman dengan lukisan yang menampilkan wajah Mahatma Gandhi dengan burung hantu yang melambangkan kecerdasan, dalam pameran berjudul Sasiseru atau Sasi Seni Rupa di Lobby utama Sahid Rich Hotel Yogyakarta, tanggal 01-23 Maret, Yogyakarta (19/30. Pameran seni rupa yang merupakan karya karya seniman kontemporer ini bekerja sama dengan Hotel Sahid Rich sebagai penyelenggara. (TEMPO/Shinta Maharani)

Potret wajah Jimi Hendrix dalam pameran berjudul Sasiseru atau Sasi Seni Rupa di Lobby utama Sahid Rich Hotel Yogyakarta, tanggal 01-23 Maret, Yogyakarta. Pameran seni rupa ini sengaja mengangkat beberapa tokoh yang dianggap punya nilai seni dan kemanusiaan yang tinggi berkat perjuangannya. (TEMPO/Shinta Maharani)

Potret wajah Nelson Mandela dalam pameran berjudul Sasiseru atau Sasi Seni Rupa di Lobby utama Sahid Rich Hotel Yogyakarta, tanggal 01-23 Maret, Yogyakarta (19/3). Salah seorang seniman yang turut partisipasi karya dalam pameran ini menyatakan kalau ia mengangkat sosok Nelson Mandela karena dianggap pahlawan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat negerinya sehingga layak untuk diangkat kedalam karya. (TEMPO/Shinta Maharani)

Beberapa tampilan karya para seniman dalam pameran berjudul Sasiseru atau Sasi Seni Rupa di Lobby utama Sahid Rich Hotel Yogyakarta, tanggal 01-23 Maret, Yogyakarta (19/3). Beberapa karya ditampilkan dengan nuansa surealis oleh seniman kontemporer ini agar lebih mengena di pengunjung.(TEMPO/Shinta Maharani)