Keluarga wartawan Mayada Ashraf (22) membawa jenazah korban dalam peti untuk di semayamkan, di El-Monofiya, Kairo, Mesir (29/3). Ashraf, yang bekerja untuk surat kabar El-Dustour swasta, salah satu dari empat orang tewas dalam bentrokan pasukan keamanan dan pendukung mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi. (AP/Ahmed Gomaa)

Keluarga Mayada Ashraf (22) menangis histeris dan berkabung selama pemakaman Mayada Ashraf, wartawan yang tewas dalam bentrokan, di El-Monofiya, Kairo, Mesir (29/3). (AP/Ahmed Gomaa)

Kerabat wartawan Mayada Ashraf (22), yang tewas dalam bentrokan antara polisi Mesir dan pendukung ihwanul Muslimin, membawa peti matinya saat pemakaman nya, di El-Monofiya, Kairo, Mesir (29/3).

Pendukung mantan Presiden Mohamed Morsi pawai di Kairo, Mesir (29/3). Ratusan demonstran Mesir turun ke jalan Jumat, untuk memprotes atas tewasnya warga sipil dan wartawan juga keputusan mantan kepala militer Abdel Fattah-el-Sissi untuk maju dalam pemilihan presiden. (AP/Amru Taha)

Pendukung mantan Presiden Mohamed Morsi berkumpul di Kairo, Mesir (28/3). (AP/Amru Taha)

Pasukan keamanan Mesir berlindung sambil memegang senjata dalam bentrokan dengan pendukung mantan Presiden Mohammed Morsi, di Kairo, Mesir (28/3). Ratusan pendukung Morsi turun ke jalan untuk mengecam pemerintah yang didukung militer dan menyerukan pembebasan rekan-rekan mereka, juga pertanggung jawaban atas warga sipil serta wartawan yang tewas oleh militer. (AP/Emad Abul Rahman)