Suster Maricor dan Suster Shurovi, dari Misionaris Cinta Kasih melihat keadaan anak-anak terlantar di panti asuhan di Old Dhaka (11/5). REUTERS/Andrew Biraj

Suster shuvori memberi makan anak-anak yang ditinggalkan, yang ditempatkan dalam keranjang ditemani oleh Suster Maricor di panti asuhan di Old Dhaka (11/5) REUTERS/Andrew Biraj

Suster Maricor, dari Misionaris Cinta Kasih memeriksa John, yang memiliki hidrosefalus, di panti asuhan di Old Dhaka (11/5). REUTERS/Andrew Biraj

Suster Maricor, dari Misionaris Cinta Kasih menggendong seorang anak bersama dengan warga saat mengurus anak-anak terlantar di panti asuhan di Old Dhaka (11/5). REUTERS/Andrew Biraj

Suster Maricor, dari Misionaris Cinta Kasih memberi makan anak autis di panti asuhan di Old Dhaka (11/5). Suster Maricor telah mendedikasikan hidupnya untuk merawat anak autis, fisik dan mental serta anak yatim yang telah ditinggalkan, sejak tahun 1994 di Shishu Sadan. REUTERS/Andrew Biraj

Anak Suster Maricor, dari Misionaris Cinta Kasih melihat keluar jendela saat bersama dengan anak autis di panti asuhan Old Dhaka (11/5). Suster Maricor telah mendedikasikan hidupnya untuk merawat anak autis, fisik dan mental serta anak yatim yang telah ditinggalkan, sejak tahun 1994 di Shishu Sadan, rumah anak-anak, di Old Dhaka. REUTERS/Andrew Biraj