Latihan jurus silat Betawi di Rawa Belong, Jakarta Barat (6/5). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Anggota silat Betawi menunjukkan kemampuannya dalam acara silaturahmi silat betawi di Petukangan, Jakarta (11/5). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Anggota silat Betawi berlatih dibelakang panggung dalam acara silaturahmi silat betawi di Petukangan, Jakarta (11/5). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Anak-Anak berlatih silat Betawi di Rawa Belong, Jakarta Barat (6/5). Silat betawi mempunyai banyak ragam dimana setiap kampung atau wilayah punya ciri khas sendiri. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Anggota silat betawi berlatih dibelakang panggung dalam acara silaturahmi silat betawi di Petukangan, Jakarta (11/5). Diantara jenis silat Betawi ada beberapa jenis silat yang terkenal yaitu silat Beksi, silat Cingkrik yang maayoritas digunakan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Anak-Anak berlatih silat Betawi di Rawa Belong, Jakarta Barat (6/5). Seni bela diri masyarakat Betawi hampir terlupakan karena modernisasi, beruntung pada 1923 Muhamad Husni Thamrin dan tokoh Betawi lain berkumpul dan menghidupkan kembali seni beladiri Betawi dan bertahan sampai sekarang. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo