Umat Buddha mengikuti arak-arakan Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (14/5). TEMPO/Budi Purwanto

Biksu umat Buddha bersiap mengikuti arak-arakan Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (14/5). TEMPO/Budi Purwanto

Biksu Buddha dengan mengangkat payung teduh mengikuti arak-arakan Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (14/5). Prosesi arak-arakan sejauh 4 kilometer ini mengarak hasil bumi, api dharma Mrapen serta air suci Umbul Jumprit untuk disemayamkan di pelataran Borobudur. TEMPO/Budi Purwanto

Umat Buddha membawa hasil bumi saat arak-arakan Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (14/5). Waisak yang tahun ini adalah Hari raya Waisak ke 2558, sekitar 17 negara akan merayakan hari raya Waisak di Borobudur, seperti Thailand, Taiwan, Cina, Srilangka, India serta Korea. TEMPO/Budi Purwanto

Warga mengarak hasil bumi saat arak-arakan Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (14/5). Hari raya Waisak jatuh pada kamis, 15 Mei, sekitar 20 ribu umat Buddha berkumpul di Borobudur saat Waisak nanti. TEMPO/Budi Purwanto