Tentara Bosnia dan Herzegovina beristirahat di dekat rumah yang dikelilingi oleh ranjau di daerah dekat sungai Bosna, kota Visoko (20/5). Banjir terburuk dan dalam satu abad diduga mengangkat ribuan ranjau darat dan ordnances yang tersisa dari perang 1992-95. REUTERS/Dado Ruvic

Seorang tentara Bosnia dan Herzegovina mempersiapkan alat pedeteksi untuk mencarai sisaw ranjau darat di tepi sungai di kota Visoko (20/5). Banjir terburuk mungkin mengangkat ribuan ranjau darat dan ordnances yang tersisa dari perang 1992-95. REUTERS/Dado Ruvic

Sebuah papan peringatan yang dipasang tentara Bosnia di ladang dekat tepi sungai Bosnia, kota Visoko, Bosnia-Herzegovina (20/5). Banjir yang melanda diduga mengangkat ranjau darat yang tersisa dari perang Bosnia 1992-95. AP/Sulejman Omerbasic

Tentara Bosnia menyusuri ladang untuk mencari diduganya ranjau darat di tepi sungai Bosnia, kota Visoko, Bosnia-Herzegovina (20/5). Banjir diduga mengangkat ribuan ranjau darat yang tersisa dari perang Bosnia 1992-95. AP/Sulejman Omerbasic

Tentara Bosnia memperbaiki garis polisi di ladang dekat tepi sungai Bosnia yang membanjiri dekat kota Visoko, Bosnia-Herzegovina (20/5). Banjir mungkin mengangkat ranjau darat yang tersisa dari perang Bosnia 1992-95. AP/Sulejman Omerbasic

Seorang anggota Angkatan Bersenjata Bosnia dan Herzegovina memeriksa daerah dekat sungai Bosna di kota Visoko (20/5). Pihak berwenang khawatir bahwa banjir terburuk menyebabkan mengangkat ribuan ranjau darat dan ordnances yang tersisa dari perang 1992-95 di negara itu. REUTERS/Dado Ruvic