Seorang anak laki-laki yang duduk di sebuah lobi bangunan bobrok di Yangon, Myanmar, memainkan game di ponsel pintarnya. Walaupun Myanmar sedang melewati transformasi terbesarnya, namun negara ini masih terlihat tertinggal. AP/Gemunu Amarasinghe

Petugas kasir berdiri di depan mesin kasir yang telah digunakan di kantor telegram Yangon selama hampir satu abad. Kira-kira dibutuhkan waktu hingga tiga hari untuk mengirimkan telegram. AP/Gemunu Amarasinghe

Sejumlah tukang ketik bekerja di tempat jasa pengetikan di Yangon, Myanmar. Warnet-warnet mulai terlihat menjamur di Myanmar setelah negara ini sempat terisolasi hampir setengah abad. AP/Gemunu Amarasinghe

Aung Myint mengetik sebuah dokumen di tokonya di Yangon, Myanmar. Pria 67 tahun ini masih bersikukuh bahwa mesin ketik masih lebih menguntungkan dibanding komputer. AP/Gemunu Amarasinghe

Sebuah telepon antik tersimpan di dalam kantor telegram Yangon. Saat ini, warga yang masih menggunakan jasa pengiriman telegram di Myanmar semakin berkurang. AP/Gemunu Amarasinghe