Puluhan massa yang tergabung dalam Sekber Keistimewaan menggelar ritual tolak bala di depan Istana Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (25/05). Mereka menyatakan penolakan kepada presiden SBY yang sedang melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Yogyakarta dan Magelang serta menyerukan dipercepatnya pembahasan RUU Keistimewaan DIY. TEMPO/Suryo Wibowo

Puluhan massa yang tergabung dalam Sekber Keistimewaan menggelar ritual tolak bala di depan Istana Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (25/05). Mereka menyatakan penolakan kepada presiden SBY yang sedang melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Yogyakarta dan Magelang serta menyerukan dipercepatnya pembahasan RUU Keistimewaan DIY. TEMPO/Suryo Wibowo

Puluhan massa yang tergabung dalam Sekber Keistimewaan menggelar ritual tolak bala di depan Istana Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (25/05). Mereka menyatakan penolakan kepada presiden SBY yang sedang melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Yogyakarta dan Magelang serta menyerukan dipercepatnya pembahasan RUU Keistimewaan DIY. TEMPO/Suryo Wibowo

Puluhan massa yang tergabung dalam Sekber Keistimewaan menggelar ritual tolak bala di depan Istana Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (25/05). Mereka menyatakan penolakan kepada presiden SBY yang sedang melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Yogyakarta dan Magelang serta menyerukan dipercepatnya pembahasan RUU Keistimewaan DIY. TEMPO/Suryo Wibowo

Puluhan massa yang tergabung dalam Sekber Keistimewaan menggelar ritual tolak bala di depan Istana Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (25/05). Mereka menyatakan penolakan kepada presiden SBY yang sedang melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Yogyakarta dan Magelang serta menyerukan dipercepatnya pembahasan RUU Keistimewaan DIY. TEMPO/Suryo Wibowo

Polisi berjaga saat massa yang tergabung dalam Sekber Keistimewaan menggelar ritual tolak bala di depan Istana Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (25/05). Mereka menyatakan penolakan kepada presiden SBY yang sedang melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Yogyakarta dan Magelang serta menyerukan dipercepatnya pembahasan RUU Keistimewaan DIY. TEMPO/Suryo Wibowo