Jamal (95) alias Daeng Jama tertidur di gubuk terpal dari becak tua yang menjadi rumahnya di Depan gerbang Mesjid Al Markaz, Makassar, Minggu 23 November 2014. Sudah 1 tahun Daeng Jama menempati gubuk tersebut sendirian dengan kondisi kaki yang lumpuh alasannya karena ia ingin dekat dengan Mesjid. TEMPO/Iqbal Lubis

Gubuk kecil Daeng Jama dari becak tua yang dialasi terpal yang menjadi rumahnya di Depan gerbang Mesjid Al Markaz, Makassar, Minggu 23 November 2014. TEMPO/Iqbal Lubis

Gubuk kecil Daeng Jama dari becak tua yang dialasi terpal yang menjadi rumahnya di Depan gerbang Mesjid Al Markaz, Makassar, Minggu 23 November 2014. TEMPO/Iqbal Lubis

Saat musim hujan, Daeng Jama hanya bisa berdiam di dalam gubuknya di Depan gerbang Mesjid Al Markaz, Makassar, Minggu 23 November 2014. TEMPO/Iqbal Lubis

Jamal (95) alias Daeng Jama bercerita tentang dirinya di Depan gerbang Mesjid Al Markaz, Makassar, Minggu 23 November 2014. TEMPO/Iqbal Lubis

Gubuk terpal dari becak tua yang menjadi rumah Daeng Jama di Depan gerbang Mesjid Al Markaz, Makassar, Minggu 23 November 2014. TEMPO/Iqbal Lubis