Mario Karlovic (kanan), pesepakbola Persebaya Surabaya berebut bola dengan Danilo Fernando, pesepakbola Persija Jakarta pada pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011/2012 di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu(3/6). Persebaya Surabaya ditahan imbang Persija Jakarta 3-3. TEMPO/Prasetyo

Fernando Soler (kanan), pesepakbola Persebaya Surabaya berebut bola dengan Aleks Utesky, penjaga gawang Persija Jakarta pada pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011/2012 di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu(3/6). Persebaya Surabaya ditahan imbang Persija Jakarta 3-3 . TEMPO/Prasetyo

Dua orang Polisi Polrestabes Surabaya menembakan gas airmata ke arah supporter sepakbola Persebaya seusai pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011/2012 Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu(3/6). TEMPO/Prasetyo

Sebuah mobil patroli lalulintas Polrestabes Surabaya hancur setelah menjadi sasaran amukan supporter sepakbola Persebaya. Supporter Persebaya marah karena mereka ditembaki gas airmata oleh Polisi seusai pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011/2012 di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu(3/6). TEMPO/Prasetyo

Beberapa penonton yang membawa anak memprotes tindakan Polisi Polrestabes Surabaya yang menembakan gas airmata ke arah supporter sepakbola Persebaya seusai pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011/2012. Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu(3/6). Akibat gas airmata itu beberapa anak-anak menangis karena tidak tahan menahan pedih. TEMPO/Prasetyo

Sejumlah suporter Persebaya Surabaya mengevakuasi rekannya yang terkena tembakan gas air mata oleh petugas polisi usai pertandingan Indonesia Premier League (IPL) 2011/2012, Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta di Gelora 10 Nopember, Surabaya, Jatim, Minggu (3/6). ANTARA/M Risyal Hidayat