Massa pendukung kepengurusan PPP versi Romahurmuziy berusaha mengambil alih Kantor Dewan Pengurus Pusat PPP yang dijaga pendukung kepengurusan PPP versi Djan Faridz, di Jalan Diponegoro, Jakarta, 2 Desember 2014. Dua kubu PPP akhirnya bersepakat untuk menggunakan kantor Dewan Pengurus Pusat Partai secara bersama-sama dan dijaga oleh satgas kedua kubu. TEMPO/Imam Sukamto

Ketua PPP Jakarta versi Djan Faridz, Abraham Lunggana (Haji Lulung) (tengah belakang), seusai membacakan kesepakatan bersama, di depan Kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan, Jalan Diponegoro, Jakarta, 2 Desember 2014.TEMPO/Imam Sukamto

Wakil Ketua Umum PPP versi Romahurmuziy, Mardiono (kedua kiri) bersama Ketua PPP Jakarta versi Djan Faridz, Abraham Lunggana (Haji Lulung), membacakan kesepakatan bersama, di depan Kantor Dewan Pengurus Pusat PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, 2 Desember 2014. TEMPO/Imam Sukamto

Aparat kepolisian berjaga diantara massa pendukung kepengurusan PPP versi Romahurmuziy yang berusaha mengambil alih Kantor Dewan Pengurus Pusat PPP yang dijaga pendukung kepengurusan PPP versi Djan Faridz, di Jalan Diponegoro, Jakarta, 2 Desember 2014. TEMPO/Imam Sukamto

Massa pendukung kepengurusan PPP versi Djan Faridz berjaga di dalam gedung saat pendukung kepengurusan PPP versi Romahurmuziy berusaha mengambil alih Kantor Dewan Pengurus Pusat PPP, di Jalan Diponegoro, Jakarta, 2 Desember 2014. TEMPO/Imam Sukamto

Wakil Ketua Umum PPP versi Romahurmuziy, Mardiono, bersalaman dengan polisi, usai bacakan kesepakatan bersama, di depan Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, 2 Desember 2014. TEMPO/Imam Sukamto