Korban selamat bencana Tsunami, Sanusi (55) dan istrinya Hasrati (43) duduk bersama putri mereka di rumahnya di desa Lamtutui, Banda Aceh, 15 Desember 2014. Tsunami Desember 2004 telah menewaskan semua keluarga Sanusi dan Hasrati dimana saat itu mereka belum menjadi suami istri. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

Korban selamat dari bencana Tsunami, Syarifah Zhuhra (45), duduk di rumahnya di Desa Lamtutui, Banda Aceh, 13 Desember 2014. Bencana Tsunami pada 26 Desember 2004 telah menewaskan semua keluarga Syarifah hingga tersisa 100 orang selamat dari 4.000 warga di desanya. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

Pemilik Cafe, Amirizal menujukkan foto keluarganya yang masih lengkap sebelum bencana Tsunami pada 26 Desember 2004 menewaskan sembilan dari sebelas saudara-saudaranya dan membuat Amrizal kehilangan satu kakinya. (Jonas Gratzer/LightRocket via Getty Images)

Seorang gadis muda bermain balon di depan panti asuhannya usai pulang sekolah sekolah di banda Aceh, 5 Juni 2014. Gadis kecil tersebut tinggal sebatang kara usai ditinggalkan semua keluarganya yang tewas akibat Tsunami pada 26 Desember 2004 silam. -Kini gadis tersebut tinggal disebuah panti asuhan. (Jonas Gratzer/LightRocket via Getty Images)

Seorang ibu, Jamaliah (kiri) memeluk putrinya Raudhatul Jannah (tengah) usai menemuinya karena telah berpisah selama 10 tahun di Meulaboh, Aceh, 7 Agustus 2014. Raudhatul Jannah (14) korban Tsunami yang hilang akibat terbawa arus hingga Pulau Banyak, Aceh Singkil dan ditemukan selamat oleh nelayan setempat. (Achwa Nussa/Anadolu Agency/Getty Images)

Arief Pratama, seorang anak yang menjadi korban Tsunami pada 26 Desember 2004 telah berkumpul lagi dengan keluarganya usai pisah 10 tahun. Putra Jamaliah, Arief ditemukan di Payakumpuh, Padang oleh warga setempat yang menonton Jamaliah saat menemukan putrinya yang juga hilang di Aceh Singkil. Foto: Andri El Faruqi