Jepang , Honshu, Kanto Region, prefektur Chiba, Ichihara, awan cumulonimbus terlihat menjulang tinggi dan terlihat sangat tebal. Cumulonimbus termasuk awan yang tinggi, tebal dan padat. Cumulonimbus berasal dari bahasa latin Cumulus "akumulasi" dan Nimbus "hujan". UIG via Getty Images.

Cumulonimbus tercipta dari ketidakstabilan atmosfer, dan di dalam awan Cumulonimbus terdapat petir, didalam awan tersebut intensitas petir semakin banyak. Awan Cumulonimbus biasa juga disebut dengan awan CB. gettyimages.com

Kanada 2003, Jika terdapat kumpulan awan Cumulonimbus maka, dapat terbentuk sebuah supercell badai atau awan badai. kelembapan awan Cumulonimbus sangatlah tinggi, awan ini juga biasa terlihat dengan bentuk seperti sebuah jamur. Wolfgang Kaehler/LightRocket via Getty Images.

Adanya listrik statis di dalam awan Cumulonimbus menyebabkan munculnya petir, suhu yang hangat dan lembab menyebabkan munculnya awan Cumulonimbus. Jika awan tersebut berubah menjadi badai, bukan hal yang tidak mungkin Cumulonimbus dapat berubah menjadi tornado. Wild Horizons/UIG via Getty Images.

Badan Meteorologi dan Geofisika mengungkapkan saat penerbangan pesawat AirAsia QZ8501, terdapat awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Bangka Belitung dan Kalimantan. "awan Cumulonimbus merupakan musuh bersama dunia penerbangan" menurut Direktur Utama AirNav Bambang Tjahjono di kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, 29 Desember 2014. Wild Horizons/UIG via Getty Images.

Banyak spekulasi mengatakan bahwa awan Cumulonimbus ini sebagai penyebab dari hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika mengatakan terdapat awan Cumulonimbus dalam rute penerbangan pesawat AirAsia QZ8501, 28 Desember 2014. KAREN BLEIER/AFP/Getty Images.