Tahanan di kamp konsentrasi Ravensbrck di Jerman berdiri di dekat kawat berduri pada 1945, dimana 2500 wanita dibunuh dengan gas beracun dalam waktu satu minggu pada tahun itu, saat pasukan Rusia menyerang. Kamp konsentrasi Ravensbrck merupakan tempat paling mengerikan bagi kaum wanita di Jerman pada perang dunia ke-2, total 50.000 wanita dibunuh dengan cara-cara tidak manusiawi. (dailymail)

Para wanita tahanan di kamp konsentrasi Ravensbrck, Jerman, mengangkut pasir dan batu bara sebagai bentuk kerja paksa pada 1945. Kamp konsentrasi tersebut dibuat untuk lawan politik atau kelompok-kelompok yang membangkang penguasa saat itu. (dailymail)

Jenazah para tahanan yang telah tewas dengan berbagai cara, dari mulai ditembak, sampai diberikan gas beracun di kamp konsentrasi Ravensbrck, Jerman, pada 1945. Kamp ini ditutup seiring dengan berakhirnya perang dunia ke-2, namun dokumen para tahanan hilang dimusnahkan dengan para tahanan. (dailymail)

Anak-anak terlihat lesu dan kusam setelah pulang dari kamp konsentrasi Ravensbrck, Jerman, setelah pembebasan oleh Rusia pada akhir tahun 1945. (dailymail)

Dr Herta Oberheuser, seorang dokter yang bekerja di kamp konsentrasi Ravenbruck, Jerman, diapit oleh tentara AS, saat diadili atas kejahatan perang termasuk menyuntikkan tahanan dengan bensin dan sengaja menimbulkan luka untuk penelitiannya. (dailymail)

Kondisi kamp konsentrasi Ravensbrck, Jerman, pada tahun 2014. Untuk mengenang para korban atas kekejaman di kamp tersebut, kini tempat itu dijadikan sebagai situs bersejarah. (dailymail)