Tujuan dari wahana tersebut diluncurkan adalah mempelajari asal usul alam semesta, selain itu untuk menjawab bagaiaman komet itu terbentuk. Para ilmuan dari badan luar angkasa eropa sangat senang dengan keberhasilan pendaratan di permukaan komet terlebih mendahului dibandingkan dengan rekan mereka dari Amerika, NASA. Dailymail.co.uk

Robot Philae beraktifitas bergantung kepada baterai, yang terisi dari sinar matahari. Saat ini Philae hanya menerima 1,5 jam penyinaran setiap 12 jam durasi rotasi komet, hal ini jelas sangat menggangu kinerja dari wahana tersebut. Hal tersebut terjadi akibat Philae mendarat di sisi komet yang tidak mendapat sinar matahari, sehingga ilmuan berusaha mencari cara memecahkan masalah tersebut. Dailymail.co.uk

Pada tahun 2014 para ilmuan telah mendapat gambar awal dari kondisi komet, yang dikirim ke Pusat Kendali Darmstadt, Jerman. Sebelum mendarat di permukaan komet Philae sempat terpental 2 kali, akibat jangkar gagal menancap di permukaan komet. Gambar ini mengabadikan ketika Osiris berjarak sekitar 30 KM dari komet. Dailymail.co.uk

Rosetta spacecraft dilengkapi dengan, Osiris (Optical, Spectroscopic, and Infrared Remote Imaging System) dan berhasil mengambil 70 persen data gambar permukaan komet. Sebagian belum terpetakan akibat terselimuti bayangan gelap, selain itu Rosetta bertugas untuk mengamati perilaku komet. Dailymail.co.uk

Robot Philae yang meluncur dari wahana induk Rosetta, berhasil mendarat di atas komet pada 12 November 2014. Baru-baru ini ilmuan Amerika dan Eropa merilis gambar detail dari permukaan komet tersebut, para ilmuan tengah bersiap untuk mengumpulkan data lebih banyak sebelum komet tersebut mendekat dengan orbit matahari. Dailymail.co.uk

Pemandangan di atas komet Churyumov-Gerasimenko atau biasa disebut Komet 67P, yang berhasil diabadikan oleh wahana Robot Philae. Sebuah gambar yang sangat menajubkan, kondisi dari permukaan komet yang terdiri dari batuan, es dan bukit yang menjulang tinggi. Dailymail.co.uk