Televisi dan komputer milik penduduk yang meleleh saat letusan gunung Merapi pada 2010, di Mini Museum, Kampung Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, 8 Agustus 2014. Mini Museum merupakan tempat penyimpanan beberapa barang sisa letusan gunung Merapi. Tempo/Rully Kesuma

Kerangka sapi di Mini Musium, Kampung Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, 8 Agustus 2014. Untuk bisa sampai ke tempat tersebut, para wisatawan menaiki Jeep yang disewakan oleh warga sekitar. Tempo/Rully Kesuma

Pengunjung memotret rongsokan sepeda motor di Mini Musium, Kampung Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, 8 Agustus 2014. Jarak yang ditempuh untuk mencapai tempat tersebut, sekitar 20 kilometer selama kurang lebih satu jam perjalanan. Tempo/Rully Kesuma

Barang-barang milik penduduk di Mini Museum, Kampung Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, 8 Agustus 2014. Keberadaan museum ini cukup membantu roda perekonomian warga sekitar dengan banyaknya wisatawan. Tempo/Rully Kesuma

Sisa pakaian penduduk di Mini Musium, Kampung Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, 8 Agustus 2014. Selain dari wisatawan, warga sekitar juga mendapatkan penghasilan dari pasir erupsi Merapi yang terbilang cukup mahal nilai jualnya sekitar 400 ribu-1 juta per rit. Tempo/Rully Kesuma

Wisata Merapi dengan menggunakan Jeep untuk melihat sisa-sisa erupsi gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta, 8 Agustus 2014. Tarif untuk menyusuri desa-desa yang terkena erupsi Merapi dengan Jeep, dipatok 250.000-450.000 rupiah, tergantung jarak rute. Tempo/Rully Kesuma.