Seorang pengunjung menyentuh lukisan, 'The gentleman with his hand on his chest' karya El Greco. Teknologi Didu membuat para pengunjung, dapat menikmati lukisan dengan cara yang berbeda, 10 Februari 2015, Madrid, Spanyol. Pablo Blazquez Dominguez / Getty Images

Antrian pengunjung saat memasuki Prado museum, 'Hoy toca el Prado' atau sentuh Prado, merupakan tema dari pameran kali ini, 10 Februari 2015, Madrid, Spanyol. Pablo Blazquez Dominguez / Getty Images

Seorang pengunjung buta saat menikmati lukisan, 'Apollo in the forge of Vulcan' karya Diego Velazquez. Lukisan ini di repro menggunakan teknik Didu, sehingga para penyandang cacat buta, dapat menikmati lukisan, 10 Februari 2015, Madrid, Spanyol. Pablo Blazquez Dominguez / Getty Images

Seorang pengunjung buta, sedang merasakan sebuah lukisan. Terdapat 6 salinan lukisan terkenal, yang dicetak menggunakan teknik Didu, Prado museum, 10 Februari 2015, Madrid, Spanyol. Pablo Blazquez Dominguez / Getty Images

Seorang pengunjung sedang menikmati lukisan, 'Don't touch me' (Noli me tangere) karya Antonio da Correggio di Prado Museum. Teknolog Didu membuat lukisan menjadi timbul, bertekstur sehingga dapat dinikmati dengan sentuhan, 10 Februari 2015, Madrid, Spanyol. Pablo Blazquez Dominguez / Getty Images

Seorang pria buta saat menikmati lukisan, La Gioconda karya Da Vinci's di Prado Museum. Para penyandang cacat kini dapat menikmati karya seni lukis, berkat aplikasi teknologi Didu, 10 Februari 2015. Pablo Blazquez Dominguez / Getty Images