Sebuah pemandangan pada sore hari di Huacachina, Peru. Kota dengan penduduk sebanyak 96 orang ini, berada di tengah salah satu tempat yang paling tandus di bumi. (dailymail)

Cahaya lampu bersinar dari kota Huacachina, Peru, yang terletak di tengah gurun tandus. Huacachina memiliki Oasis di tengahnya, yang membuatnya memiliki kesuburan dan memberi kehidupan bagi daerah di sekitarnya. (dailymail)

Pemandangan kota Huacachina, Peru, dari atas bukit pasir yang mengelilinginya. Kota ini menjadi destinasi wisata yang cukup populer di Amerika Latin, meski berada di tengah gurun namun kota ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti hotel, toko-toko kuno dan bahkan sebuah perpustakaan di dekat danau yang berada di tengah-tengah kota. (dailymail)

Para wisatawan bermain ski di bukit pasir di Huacachina, Peru. Penduduk asli kota ini merupakan keturunan suku Inca yang merupakan suku pribumi di Peru. (dailymail)

Perahu untuk wisatawan di tepi danau oasis di Huacachina, Peru. Menurut legenda, danau oasis ini terbentuk dari seorang putri yang sedang mandi lalu dipergoki oleh pemburu, kemudian sang putri melarikan diri karena takut dengan meninggalkan air yang akhirnya menggenang dan meluas, konon jubah sang putri lah yang membentuk bukit pasir di sekitar danau. (dailymail)

Suasana kota Huacachina, Peru, yang gemerlap dan memukau. (dailymail)