Tato wajah bagi perempuan di desa Chin, Burma merupakan suatu hal yang biasa. Tato wajah bagi mereka merupakan sebuah simbol kekuatan. dailymail.co.uk

Seorang perempuan desa Chin, Burma, wajahnya dipenuhi dengan tato. Diketahui dari tetua desa Chin, dahulu kala wanita-wanita menato wajahnya untuk melindungi dirinya agar tidak diambil oleh Raja Burmese untuk dijadikan sebagai budak. dailymail.co.uk

Bekembangnya tradisi dari tahun ketahun, ritual menato wajah bagi wanita desa Chin, Burma tidak lagi untuk membuat dirinya jelek, tetapi kini seni tato wajah tersebut dijadikan sebagai seni budaya untuk mempercantik diri. dailymail.co.uk

Tradisi tato wajah kini berubah menjadi alat kecantikan dan kekuatan bagi para perempuan desa Chin, Burma. Di desa tersebut terdapat sebuah tradisi bahwa seorang pria tidak akan menikahi seorang gadis apabila gadis tersebut tidak memiliki tato di wajah. dailymail.co.uk

Tradisi menato wajah bagi wanita di desa Chin, Burma dilakukan dengan menggunakan duri sedangkan tintanya didapat dari campuran lemak babi, sapi empedu, tanaman dan jelaga. dailymail.co.uk

Tato wajah yang menjadi sebuah simbol keindahan bagi perempuan desa Chin, Burma kini sudah mulai hilang seiring datangnya globalisasi. dailymail.co.uk