Petani kentang di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara memanfaatkan air dari Telaga Merdada untuk mengairi lahan kentangnya, Minggu (1/7). Musim kemarau membuat lahan mereka harus terus diairi agar tanaman tidak mati dan gagal panen. TEMPO/Aris Andrianto

Petani kentang di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara memanfaatkan air dari Telaga Merdada untuk mengairi lahan kentangnya, Minggu (1/7). Musim kemarau membuat lahan mereka harus terus diairi agar tanaman tidak mati dan gagal panen. TEMPO/Aris Andrianto

Petani kentang di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara memanfaatkan air dari Telaga Merdada untuk mengairi lahan kentangnya, Minggu (1/7). Musim kemarau membuat lahan mereka harus terus diairi agar tanaman tidak mati dan gagal panen. TEMPO/Aris Andrianto

Petani kentang di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara memanfaatkan air dari Telaga Merdada untuk mengairi lahan kentangnya, Minggu (1/7). Musim kemarau membuat lahan mereka harus terus diairi agar tanaman tidak mati dan gagal panen. TEMPO/Aris Andrianto

Petani kentang di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara memanfaatkan air dari Telaga Merdada untuk mengairi lahan kentangnya, Minggu (1/7). Musim kemarau membuat lahan mereka harus terus diairi agar tanaman tidak mati dan gagal panen. TEMPO/Aris Andrianto

Petani kentang di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara memanfaatkan air dari Telaga Merdada untuk mengairi lahan kentangnya, Minggu (1/7). Musim kemarau membuat lahan mereka harus terus diairi agar tanaman tidak mati dan gagal panen. TEMPO/Aris Andrianto