Pekerja duduk sambil menunggu proses pengasapan selesai, hanya tersisa 5 pekerja dari 20 pekerja. Akibat menurunnya produksi tembakau tradisonal sejak tahun 2007. Makassar, 13 Maret 2015. TEMPO/Iqbal lubis

Pekerja menunjukan seikat tembakau, pabrik pengasapan tembakau tradisional ini berdiri sejak tahun 1962, Sekarang hanya berproduksi jika ada pesanan saja. Makassar, 13 Maret 2015. TEMPO/Iqbal lubis

Seorang pekerja mengisi tembakau, yang telah dicampur gula merah ke dalam bambu. Pengolahan tembakau atau "Ico" dalam bahasa Bugis, yang dilakukan secara tradisional kini semakin berkurang. Akibat perkembangan zaman dan banyaknya jenis rokok, yang dikemas secara modern dengan harga yang lebih murah. Makassar, 13 Maret 2015 .TEMPO/Iqbal lubis

Pekerja melakukan proses "Ma'gottang", atau memisahkan daun tembakau yang terkena campuran gula merah dengan yang masih kering. Makassar, 13 Maret 2015 .TEMPO/Iqbal lubis

Seorang pekerja sedang menunggu dan mengamati proses pengasapan, metode yang dilakukan tergolong masih tradisional. Makassar, 16 Maret 2015. TEMPO/Iqbal lubis

Pekerja melakukan proses pengasapan tembakau, yang telah dibungkus dalam bambu di industri rumahan pengolahan tembakau. Makassar, Sulsel, 16 Maret 2015. TEMPO/Iqbal lubis