Selasa, 16 Oktober 2018

Pendukung calon presiden Muhammadu Buhari terjatuh dari sepeda motornya saat konvoi merayakan kemenangan calonnya di Kano, Nigeria, 31 Maret 2015. Pemimpin oposisi Nigeria itu diperkirakan unggul tipis mengalahkan calon presiden inkumben, Goodluck Jonathan dalam pemilihan presiden yang digelar pada 30 Maret 2015. REUTERS/Goran Tomasevic

Pendukung calon presiden Muhammadu Buhari merayakan kemenangan pada pemilihan presiden Nigeria di Kano, Nigeria, 31 Maret 2015. Komisi Pemilihan Umum masih melakukan penghitungan, namun dari angka-angka terakhir memperlihatkan keunggulan yang cukup signifikan mantan pemimpin militer Nigeria tersebut. REUTERS/Goran Tomasevic

Pendukung calon presiden Muhammadu Buhari melakukan selebrasi merayakan kemenangan calonnya di Kano, Nigeria, 31 Maret 2015. Dari total suara yang dihimpun Komisi Pemilihan, Buhari mengumpulkan 8.520.436 suara. Pengumpulan suara dibeberapa negara bagian di selatan yang dikenal sebagai pendukung kuat Jonathan belum masuk ke Komisi Pemilihan. REUTERS/Akintunde Akinleye

Pendukung calon presiden Muhammadu Buhari mengecat muka dan badannya saat merayakan kemenangan calonnya di Kano, Nigeria, 31 Maret 2015. Buhari adalah bekas petinggi militer Nigeria yang dilahirkan di Negara Bagian Katsina pada 17 Desember 1942. Setelah pensiun dari dinas ketentaraan dengan pangkat mayor jenderal pada 27 Agustus 1985, Buhari bergabung dengan partai politik APC. REUTERS/Goran Tomasevic

Pendukung calon presiden Muhammadu Buhari berkonvoi merayakan kemenangan calonnya di Kano, Nigeria, 31 Maret 2015. Untuk bisa terpilih langsung, calon presiden harus unggul setidaknya 25 persen atas lawannya di 36 negara bagian di Nigeria. REUTERS/Akintunde Akinleye

Pendukung calon presiden Muhammadu bergaya di atas motor saat konvoi merayakan kemenangan calonnya di Kano, Nigeria, 31 Maret 2015. Buhari pernah menjabat presiden selama 20 bulan pada akhir 1983 hingga Agustus 1985 setelah menggulingkan pendahulunya dalam kudeta militer. REUTERS/Goran Tomasevic