Seorang anak berkebutuhan khusus menunjukan topeng hasil karyanya pada Peringatan Hari Autis Sedunia 2015 di Universitas Widyatama, Bandung, 2 April 2015. Kegiatan digelar dengan tema "Aku Kreatif" TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Sejumlah anak berkebutuhan khusus mengikuti workshop Tataloe pada Peringatan Hari Autis Sedunia 2015 di Universitas Widyatama, Bandung, 2 April 2015. Kegiatan ini dihadiri oleh 200 anak berkebutuhan khusus dari beberapa Provinsi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Mahasiswi membimbing anak berkebutuhan khusus dalam Peringatan Hari Autis Sedunia 2015 di Universitas Widyatama, Bandung, 2 April 2015. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkenalkan bidang kreatif sebagai peluang membangun kemandirian mereka. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Seorang anak berkebutuhan khusus bersama orang tuanya menghadiri Peringatan Hari Autis Sedunia 2015 di Universitas Widyatama, Bandung, 2 April 2015. PBB atas usulan Qatar telah menetapkan tanggal 2 April sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Anak berkebutuhan khusus didampingi guru dalam workshop Tataloe pada Peringatan Hari Autis Sedunia 2015 di Bandung, 2 April 2015. Peringatan ini juga meminta masyarakat agar tidak lagi memakai kata "Autis" sebagai ejekan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Mahasiswa membantu anak berkebutuhan khusus saat mengikuti workshop batik celup pada Peringatan Hari Autis Sedunia 2015 dengan tema " Aku Kreatif " di Universitas Widyatama, Bandung, 2 April 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra