Anggota keluarga melakukan unjuk rasa menuntut pemerintah Filipina melakukan pencegahan terhadap Mary Jane Veloso yang akan dieksekusi mati oleh Indonesia kerena melakukan penyelundupan narkotika di Kemenlu Filipina, Manila, 7 April 2015. REUTERS/Romeo Ranoco

Keluarga dari terpidana mati Mary Jane Fiesta Veloso saat konferensi pers ketika melakukan unjuk rasa terhadap pemerintahan Filipina di Kementrian Luar Negeri di Manila, 7 April 2015. AP/Bullit Marquez

Sejumlah pengunjuk rasa memegang spanduk bergambarkan Mary Jane saat melakukan protes terhadap pemerintahan Filipina di Kementrian Luar Negeri di Manila, 7 April 2015. REUTERS/Erik De Castro

Sejumlah pengunjuk rasa memegang poster saat melakukan protes terhadap pemerintahan Filipina di Kementrian Luar Negeri di Manila, 7 April 2015. Keluarga meminta pemerintah Filipina untuk mencegah eksekusi mati Mary Jane. AP/Bullit Marquez

Celia Veloso, ibu dari terpidana mati penyelundupan narkoba Mary Jane Veloso, coba dihibur oleh keluarganya saat meminta Presiden Benigno Aquino untuk menolong puterinya di kementrian Luar Negeri Filipina di Manila, 7 April 2015. Mary Jane adalah terpidana kasus penyelundupan narkotik jenis heroin seberat 2,6 kilogram ke Yogyakarta pada 2010. REUTERS/Romeo Ranoco

Ekspreis Celia Veloso, ibu dari terpidana kasus penyelundupan narkoba Mary Jane Fiesta Veloso saat mengadakan konferensi pers di depan Kementrian Luar Negeri Filipina di Manila, 7 April 2015. Keluarga meminta pemerintah untuk melakukan pencegahan terhadap eksekusi mati Mary Jane. AP/Bullit Marquez