Suciwati, istri mendiang aktivis HAM Munir Said Thalib, berpose disamping plang jalan Munirpad di Kantor KontraS, Jakarta, 11 April 2015. Pemerintah kota Den Haag di Belanda akan meresmikan jalan Munirpad yang diambil dari nama mendiang Munir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Suciwati menjawab pertanyaan awak media usai menggelar jumpa pers jelang peresmian Munirpad di Kantor KontraS, Jakarta, 11 April 2015. Jalan Munirpad ini merupakan sebuah jalur sepeda dan akan diresmikan pada 14 April mendatang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Suciwati (kiri) bersama penyanyi Glen Fredly, berpose disamping plang jalan Munirpad di Kantor KontraS, Jakarta, 11 April 2015. Dalam plang jalan tersebut, tertulis Munirpad : Munir Said Thalib 1965-2004, Indonesische voorvechter van de bescherming de rechten van de mens (Jalan Munir : Munir Said Thalib 1965-2004, Advokat Pejuang HAM). TEMPO/Dhemas Reviyanto

Peta jalan Munirpad di Den Haag, Belanda. Jalan ini terletak di kawasan menempatkan nama jalan para pejuang HAM dunia lainnya. Google Maps

Suciwati (kedua kiri), Orang tua Wawan korban Semanggi I, Sumarsih (kiri) dan Penyanyi Glen Fredly (ketiga kiri) berfoto bersama dalam jumpa pers jelang peresmian Munirpad di Kantor KontraS, Jakarta, 11 April 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Jalan sepeda Munirpad di Den Haag, Belanda. Munir meninggal dunia karena racun arsenik saat berada di dalam pesawat Garuda Indonesia menuju Amsterdam pada 2004 lalu. Google Maps