Suasana proses penggorengan belut di industri rumahan pembuat makanan ringan belut goreng Mitra Sahabat di dusun Jetis 7, Sidoagung, Sleman, Yogyakarta, 17 April 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

Pekerja memotong belut mentah yang akan digunakan sebagai bahan baku utama pembuat makanan ringan belut goreng, di industri rumahan belut goreng Mitra Sahabat, Jetis, Sidoagung, Sleman, Yogyakarta, 17 April 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

Belut-belut mentah yang siap untuk dicampur dengan tepung jelang digoreng untuk dijadikan sebagai makanan ringan belut goreng, saat diproduksi di Jetis, Sidoagung, Sleman, Yogyakarta, 17 April 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

Pekerja menggoreng belut di rumah sentra produksi belut goreng mitra sahabat, Jetis, Sleman, Yogyakarta, 17 April 2015. Wajan yang digunakan dalam proses penggorengan belut sebanyak dua buah, hal ini dilakukan untuk kesempurnaan kematangan belut goreng. TEMPO/Pius Erlangga.

Belut hidup yang telah dikeluarkan isi perutnya, direndam dengan bumbu (bacem) selama 30 menit, siap untuk digoreng dalam dua wajan berbeda, sata diproduksi di Jetis, Sleman, Yogyakarta, 17 April 2015. Proses menggoreng belut menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya. TEMPO/Pius Erlangga.

Suasana industri rumahan pembuat makanan ringan belut goreng yang terletak di dusun Jetis 7, Sidoagung, Sleman, Yogyakarta, 17 April 2015. Satu kilogram belut goreng dijual pada kisaran harga Rp. 90.000,00. TEMPO/Pius Erlangga.