Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun, putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X, diangkat sebagai putri mahkota Kesultanan Yogyakarta. Pengangkatan ini diresmikan lewat Sabda Raja di Siti Hinggil, Keraton Yogyakarta, 5 Mei 2015. Wikipedia.org

Putri Sri Sultan Hamengkubuwono X (dari kiri); GKR Condro Kirono, GKR Pembayun, dan Gusti Raden Ajeng (GRAJ) Nur Astuti Wijareni, di Dalem Yudhaningratan Yogyakarta, 4 Oktober 2010. GKR Pembayun lahir di Bogor, 24 Februari 1972 adalah putri pertama Sultan dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Dok.TEMPO/ Arif Wibowo

Dengan pengangkatan sebagai putri mahkota, maka nama GKR Pembayun berganti menjadi GKR Mangkubumi. Selain aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, ia juga menjabat sebagai Direktur PT. Yogyakarta Tembakau Indonesia dan PT. Yarsilk Gora Mahottama, serta Komisaris Utama PT Madubaru. Dok. TEMPO/Suryo Wibowo

GKR Pembayun memberi makan Orangutan di Wildlife Rescue Centre Jogja di Yogyakarta, 24 Februari 2013. Kunjungan ini bertepatan dengan ulang tahun putri Sultan yang ke-41 yang dirayakan di pusat rehabilitasi satwa. Dok. TEMPO/HERU CN

Dari kiri: GKR Condro Kirono, GKR Pembayun, dan GRAJ Nur Astuti Wijareni, mementaskan repertoar tari berjudul Bedaya Amurwabumi karya Sri Sultan Hamengkubuwono X di Dalem Yudhaningratan Yogyakarta, Senin, 4 Oktober 2010. Dok. TEMPO/Arif Wibowo

Pernikahan Agung putri sulung Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Pembayun dengan KPH Wironegoro di Keraton Yogyakarta, 28 Mei 2002. Dari pernikahan ini GKR Pembayun telah dikaruniai seorang putra dan putri. Dok. TEMPO/ Hariyanto