Ki-Ka: Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Agung Laksono, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, dan Zainuddin Amali saat penandatangan kesepakatan islah terbatas di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, 30 Mei 2015. Tanpa dilakukan islah, Golkar terancam tidak dapat mengikuti Pilkada. TEMPO/Aditia Noviansyah

Pimpinan Partai Golkar, Aburizal Bakrie (tengah), bersama Agung Laksono (kiri) dan mantan Ketum Golkar, Jusuf Kalla, menunjukkan surat kesepakatan islah terbatas di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, 30 Mei 2015. Islah ini dicapai usai putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 18 Mei lalu. TEMPO/Aditia Noviansyah

Aburizal Bakrie (kiri) berjabat tangan dengan Agung Laksono, disaksikan oleh Wapres Jusuf Kalla dalam kesepakatan islah terbatas di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, 30 Mei 2015. Kedua belah pihak bersepakat usai melakukan perundingan sejak Desember 2014 - Maret 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

Agung Laksono (kiri) menerima surat kesepakatan islah terbatas dari mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (kanan) disaksikan oleh Pimpinan Partai Golkar Aburizal Bakrie, usai penandatangan kesepakatan islah terbatas di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, 30 Mei 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

Agung Laksono (kedua dari kiri), menyaksikan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (tengah), berjabat tangan dengan Pimpinan Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam penandatangan kesepakatan islah terbatas di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

Agung Laksono (kedua kiri), berjabat tangan dengan Aburizal Bakrie, disaksikan Idrus Marham, Jusuf Kalla dan Zainuddin Amali dalam penandatangan kesepakatan islah terbatas di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, 30 Mei 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah