Para penumpang pesawat menggunakan masker, untuk mencegah terkena paparan penyakit MERS. Penyebaran virus ini melalui udara, sehingga sangat sulit dideteksi penyebarannya. Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

Petugas medis membawa seorang wanita, yang diduga terjangkit penyakit MERS. Jika seseorang terjangkit MERS akan merasakan sesak napas, demam, batuk dan jika tidak ditangani dengan segera dapat menimbulkan kematian. Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

Virus MERS menyerang sistem pernafasan manusia, virus MERS atau biasa disebut flu Arab, merupakan jenis baru dari kelompok Corona virus. Ditemukan pertama kali pada September 2012, di Arab Saudi. Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

Para penumpang mengantri melewati gerbang pemeriksaaan, tidak terkecuali termasuk anak-anak. Penyakit MERS sangat berbahaya dan mematikan, belum diketahui kapan virus ini muncul dan mulai menjangkiti manusia. Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

Seorang petugas karantina memeriksa seorang penumpang asing, menggunakan alat kamera thermal. Langkah ini dilakukan menyusul meninggalnya 2 orang yang diduga terjangkit MERS, dan menginfeksi 25 orang dalam kurun waktu 2 minggu. Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

Para penumpang pesawat terbang harus melewati alat deteksi penyakit, Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Sebelum keluar dari bandara Incheon, para penumpang harus melewati kamera dengan sensor panas tubuh, untuk mencegah penyakit MERS menyebarluas. Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji