Hajra Catic berdoa di makam suaminya di Memorial Center di Potocari dekat Srebrenica, Bosnia Herzegovina, 23 Juni 2015. REUTERS/Dado Ruvic

Hajra Catic saat berada di ruangan yang dipenuhi foto korban genosida di kantor Komisi Internasional Orang Hilang (ICMP), Tuzla, Bosnia, 11 Juni 2015. REUTERS/Dado Ruvic

Hajra Catic (kiri) dan Edmin Jakubovic melihat foto-foto anak Hajra di rumahnya di Srebrenica, Bosnia Herzegovina, 23 Juni 2015. Edmin Jakubovic adalah orang terakhir yang melihat anaknya terluka saat genosida terjadi. REUTERS/Dado Ruvic

Hajra Catic dan Edmin Jakubovic bertanya tentang hasil lab tengkorak yang ditemukannya di hutan 6 bulan lalu kepada Antropolog Forensik, Dragana Vucetic (kiri) di laboratorium forensik di Tuzla, 23 Juni 2015. Catic telah terus-menerus mencari anaknya di hutan. Enam bulan lalu, dia menemukan sebuah tengkorak dan rahang, tetapi hasil lab DNA belum keluar hingga saat ini. REUTERS/Dado Ruvic

Antropolog Forensik, Dragana Vucetic (kiri) mencari tengkorak yang Hajra temukan di hutan 6 bulan yang lalu, di kamar mayat laboratorium forensik di Tuzla, 23 Juni 2015. 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim tewas dalam genosida Srebrenica. REUTERS/Dado Ruvic REUTERS/Dado Ruvic

Hajra Catic membaca majalah tentang pembantaian Srebrenica, di sebuah ruangan yang dipenuhi foto korban genosida di kantor Komisi Internasional Orang Hilang (ICMP), Tuzla, Bosnia, 11 Juni 2015. Catic adalah salah satu di antara beberapa ribu perempuan yang masih mencari kerabat mereka yang menjadi korban pembantaian Srebrenica 20 tahun yang lalu. REUTERS/Dado Ruvic