Seorang pekerja mengemas Kue Otere yang siap untuk dipasarkan di sebuah industri rumahan di Kawasan Maccini, Makassar, 02 Juli 2015.Kue kering yang biasa disebut kue tali-tali khas Makassar ini biasanya di sajikan saat lebaran tiba. TEMPO/Iqbal Lubis

Proses pencampuran gula dalam pembuata kue Otere di sebuah industri rumahan di Kawasan Maccini, Makassar, 02 Juli 2015. Kue kering yang menjadi makanan khas saat lebaran ini dijual dengan harga Rp 20 ribu perkilogramnya dan dipasarkan di sejumlah daerah Sulawesi. TEMPO/Iqbal Lubis

Sejumlah pekerja tengah membentuk adonan menjadi kue Otere di sebuah industri rumahan 4 bersaudara di Kawasan Maccini, Makassar, 02 Juli 2015. Kue otere atau kue talil-tali yang merupakan kue kering khas Makassar juga biasa dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan yang datang ke Makassar.TEMPO/Iqbal Lubis

Proses pembentukan tali-tali pada kue Otere di sebuah industri rumahan di Kawasan Maccini, Makassar, 02 Juli 2015. Kue kering yang menjadi makanan khas saat lebaran ini dijual dengan harga Rp 20 ribu perbungkusnya dan dipasarkan di sejumlah daerah Sulawesi..TEMPO/Iqbal Lubis

Seorang pekerja tengah membuat adonan kue Otere di sebuah industri rumahan di Kawasan Maccini, Makassar, 02 Juli 2015. Kue kering yang menjadi makanan khas saat lebaran ini dijual dengan harga Rp 20 ribu perkilogramnya dan dipasarkan di sejumlah daerah Sulawesi.TEMPO/Iqbal Lubis

Pekerja menggoreng kue Otere di sebuah industri rumahan di Kawasan Maccini, Makassar, 2 Juli 2015. Kue otere atau kue talil-tali yang merupakan kue kering khas Makassar ini produksinya bisa mencapai 70 kilogram perharinya.TEMPO/Iqbal Lubis