Sejumlah warga muslim berdoa di area pemakaman korban pembantaian di Potocari, Bosnia and Herzegovinain, 11 Juli 2015. Ribuan orang hadiri peringatan 20 tahun pembantaian 8.000 umat Muslim, termasuk anak-anak, oleh pasukan Serbia Bosnia pada Juli 1995. AP/Marko Drobnjakovic

Sejumlah wanita menangis saat pemakaman kerabatnya yang menjadi korban pembataian muslim di Potocari, Bosnia and Herzegovinain, 11 Juli 2015. Pada 20 tahun lalu terjadi pembantaian 8.000 umat Muslim, termasuk anak-anak, oleh pasukan Serbia Bosnia pada Juli 1995. AP/Marko Drobnjakovic

Sejumlah warga muslim membawa peti jenazah korban pembantaian musim 22 tahun lalu yang tertindetifikasi di Srebrenica, Bosnia and Herzegovina, 11 Juli 2015. Sebanyak 136 jenazah terindetifikasi dan dimakamkan pada hari peringatan pembantaian muslim oleh pasukan Serbia. REUTERS/Antonio Bronic

Sejumlah wanita menangis di liang pemakaman kerabatnya yang menjadi korban pembataian muslim di Potocari, Bosnia and Herzegovinain, 11 Juli 2015. Pada 20 tahun lalu terjadi pembantaian 8.000 umat Muslim, termasuk anak-anak, oleh pasukan Serbia Bosnia pada Juli 1995. REUTERS/Dado Ruvic

Seorang wanita menangis saat jenazah anaknya dimakamkan pada peringatan pembunuhan warga muslim di Sarajevo, Bosnia and Herzegovina, 11 Juli 2015. Pembunuhan 8.000 warga muslim menjadi kejahatan perang terbesar di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II. AP/Marko Drobnjakovic

Seorang perempuan memeluk makam anggota keluarganya pada peringatan pembunuhan warga muslim di Sarajevo, Bosnia and Herzegovina, 11 Juli 2015. Pada 20 tahun lalu tentara Serbia membunuh lebih dari 8.000 warga muslim. AP/Marko Drobnjakovic