Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (tengah) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kanan) di sela penyerahan dana talangan kepada korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, 14 Juli 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono memberikan sambutan ketika penyerahan dana talangan kepada korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, 14 Juli 2015. Pemerintah menyediakan dana talangan sebesar Rp 781,688 miliar untuk melunasi pembelian tanah dan bangunan warga korban Lumpur Sidoarjo. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa melihat kaset video Lapindo yang di tawarkan oleh sejumlah penjual saat berkunjung ke lumpur Lapindo di titik 21 di Porong, Sidoarjo, 14 Juli 2015. Menteri Sosial mengatakan ganti rugi korban lumpur akan dibayar serentak. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro (kiri) saat meninjau lokasi lumpur lapindo di titik 21 di Porong, Sidoarjo, 14 Juli 2015. Dalam kunjungan tersebut Menteri Keuangan menyerahkan berkas kontrak perjanjian dana talangan ganti rugi antara pemerintah dengan PT Minarak Lapindo Jaya kepada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). TEMPO/Aris Novia Hidayat

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berjalan diantara patung survivor lumpur Lapindo di titik 21 di Porong, Sidoarjo, 14 Juli 2015. Menteri Sosial mengatakan ganti rugi korban lumpur akan dibayar serentak. Dia memberikan batas waktu sampai 31 Juli 2015 kepada warga untuk melengkapi semua berkas validasi. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro (kiri) saat meninjau lokasi lumpur lapindo di titik 21 di Porong, Sidoarjo, 14 Juli 2015. Dalam kunjungan tersebut Menteri Keuangan menyerahkan berkas kontrak perjanjian dana talangan ganti rugi antara pemerintah dengan PT Minarak Lapindo Jaya kepada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). TEMPO/Aris Novia Hidayat