Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Aris Merdeka Sirait (kiri), berbincang dengan seorang supir mobil taksi, Sairin saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik di Mapolsek Kramat Jati, Jakarta, 21 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Cintya (kedua kanan) saat bertemu dengan keluarganya di Mapolsek Kramat Jati. Sebelumnya Cintya hilang karena diculik pada Jumat 18 Juli 2015, lalu oleh seseorang di PGC, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Cintya saat dipertemukan oleh keluarganya di Mapolsek Kramat Jati, Jakarta, 21 Juli 2015. Cintya dapat bertemu kembali dengan keluarganya, setelah diantar oleh pengemudi taksi yang bernama Sairin, sopir taksi tersebut mengaku bahwa dirinya diminta oleh seorang pria untuk mengantarkan Cintya ke PGC dari daerah Bekasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Seorang petugas berbicara dengan korban penculikan anak yang berusia enam tahun, Cintya (tengah) di Mapolsek Kramat Jati. Sebelumnya Cintya hilang karena di culik pada Jumat 18 Juli 2015 lalu, oleh seseorang di PGC, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Cintya saat dipeluk ayahnya Indra saat dipertemukan di Mapolsek Kramat Jati. Anak dari pasangan Indra dan Siti Ernawan ini, kembali berkumpul dengan keluarganya setelah diantar oleh supir taksi yang bernama Sairin, yang diminta oleh seorang pria untuk diantarkannya ke Pusat Grosir Cililitan (PGC) dari daerah Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Korban penculikan anak yang berusia enam tahun, Cintya dipeluk ayahnya Indra saat dipertemukan di Mapolsek Kramat Jati, Jakarta, 21 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho