Pembuatan kendaraan taktis Anoa di Bandung, Oktober 2012. Prototipe Anoa terlihat pertama kali pada peringatan ulang tahun TNI di Cilangkap, 5 Oktober 2006. Military-today.com menulis bahwa Indonesia membeli 150 unit Anoa varian pengangkut pasukan (APC), Oman sebanyak 200 unit. Malaysia dan Brunai juga telah membeli Anoa. Dadang Tri/Bloomberg via Getty Images

Sejarah pembuatan Anoa tidak terlepas pada kebutuhan TNI saat operasi militer di Aceh, 2003. Pindad merespon kebutuhan tersebut dengan membuat kendaraan angkut personel ringan APR-1V yang berbasis truk. Dadang Tri/Bloomberg via Getty Images

Pindad mengembangkan APR-1V menjadi Angkutan Personel Sedang (APS) 1, kemudian APS-2. Pada 2006, Pindad dan BPPT berhasil membuat APS-3 yang kemudian dikenal sebagai Anoa. Dadang Tri/Bloomberg via Getty Images

Pindad kemudian membuat lima varian Anoa, yaitu: Remote Control Weapon System (RCWS), Armored Personnel Carrier (APC), Logistik, Recovery, dan Ambulans. PBB telah memesan puluhan Anoa 6X6 untuk mengangkut pasukan pada berbagai misi perdamaian di Lebanon dan Sudan. Dadang Tri/Bloomberg via Getty Images

Anoa 6X6 menggunakan mesin Renault MIDR 062045 turbocharged diesel bertenaga 320 ddk. Anoa mampu melaju dengan kecepatan 92 km/jam di jalan raya dengan jangkauan 600 km. Dadang Tri/Bloomberg via Getty Images

Varian dasar Anoa dilengkapi dengan senapan mesin 12,7 mm dan peluncur granat 40 mm. Namun, Anoa IFV atau infantry fighting vehicle (kendaraan penempur infantri) dilengkapi dengan meriam 20mm buatan Rheinmetall, perusahaan industri pertahanan asal Jerman. Dadang Tri/Bloomberg via Getty Images