Warga membawa berbagai hasil bumi untuk diserahkan kepada tetangga yang sedang menggelar hajatan di Desa Cipaku, Darmaraja, Sumedang, 2 Agustus 2015. Masyarakat di desa tersebut terpaksa menggelar berbagai acara hajatan lebih awal menyusul rencana penggenangan Waduk Jatigede yang akan menenggelamkan desa mereka. ANTARA/Sigid Kurniawan

Pasangan mempelai Rahmat dan Yuliani mengikuti proses pernikahan di Desa Pakualam, Darmaraja, Sumedang, 3 Agustus 2015. Masyarakat di desa tersebut terpaksa menggelar berbagai acara hajatan lebih awal menyusul rencana penggenangan Waduk Jatigede yang akan menenggelamkan desa mereka. ANTARA/Sigid Kurniawan

Warga menata jaringnya usai mencari ikan di Sungai Cimanuk, Darmaraja, Sumedang, 2 Agustus 2015. Masyarakat di desa tersebut hingga kini masih menunggu kepastian pembayaran ganti rugi dan relokasi yang jelas dari dampak penggenangan Waduk Jatigede yang akan menenggelamkan desa mereka. ANTARA/Sigid Kurniawan

Alat berat beroperasi di Sungai Cimanuk, Darmaraja, Sumedang, 2 Agustus 2015. Sungai Cimanuk yang berhulu dari Gunung Papandayan menjadi salah satu sumber utama untuk menggenangi Waduk Jatigede. ANTARA/Sigid Kurniawan

Foto udara Waduk Jatigede yang belum tergenang air di Sumedang, 1 Agustus 2015. Penggenangan waduk yang direncanakan akan dilakukan pada 1 Agustus 2015 akhirnya ditunda karena proses pembayaran dana ganti rugi kepada warga yang bermukim di area genangan tersebut belum selesai, yakni baru sekitar 3.000 bidang tanah yang sudah terbayar dari sekitar 11.000. ANTARA/Sigid Kurniawan

Kepala Sekolah SDN Sadang Juya Yaya Sayaman menegakkan tiang bendera untuk upacara siswanya di Desa Cipaku, Darmaraja, Sumedang, 3 Agustus 2015. Sebanyak 11 Sekolah Dasar di Darmaraja bakal digenangi air Waduk Jatigede namun hingga kini nasib relokasi sekolah tersebut belum jelas. ANTARA/Sigid Kurniawan