Sejumlah perempuan buruh angkut berada di pasar Kebon Roek Ampenan, menunggu sejumlah barang yang akan diangkut. Para buruh angkut ini terkenal gesit dan pekerja keras. Untuk mengangkut sejumlah barang berukuran besar dan berat, para buruh angkut menggunakan kepala mereka cara ini sangatlah berbahaya. Mataram, NTB, 5 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Seorang perempuan buruh angkut membawa barang berukuran sangat besar. Kondisi ini sangatlah menyedihkan, upah yang diterima oleh para buruh angkut ini sangatlah rendah hanya 3.000 rupiah setiap kali angkut. Mataram, NTB, 5 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Dua perempuan buruh angkut saling membantu mengangkat barang. Pekerjaan ini sangatlah berat, dan sangat jarang profesi ini dilakoni oleh seorang perempuan. Mataram, NTB, 5 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Sejumlah perempuan buruh angkut saat membawa sejumlah barang. Setiap kali angkut, para buruh perempuan ini mendapat upah 3.000 Rupiah. Mataram, NTB, 5 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Seorang perempuan buruh angkut membawa barang di atas kepalanya. Sebagian besar buruh angkut, merupakan seorang ibu rumah tangga. Mataram, NTB, 5 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Sejumlah perempuan buruh angkut di pasar Kebon Roek Amepnan, membawa barang di atas kepalanya. Para buruh perempuan ini terkenal gesit dan pekerja keras. Mataram, NTB, 5 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra