Warga menggelar aksi menolak penggenangan Waduk Jatigede di Desa Sukaraja, Sumedang, Jawa Barat, Minggu, 30 Agustus 2015. Mereka meminta pemerintah menyelesaikan seluruh proses ganti rugi. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Peziarah berdoa di Situs Kabuyutan Prabu Guru Aji Putih, Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat, 30 Agustus 2015. Situs tersebut merupakan satu dari puluhan situs sejarah kuno Kerajaan Sumedang Larang yang akan hilang setelah Waduk Jatigede digenangi air. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Spanduk-spanduk penolakan penggenangan Waduk Jatigede di Situs Kabuyutan Prabu Guru Aji Putih, Desa Cipaku, Sumedang, Jawa Barat, 30 Agustus 2015. Penggenangan waduk akan menenggelamkan puluhan situs sejarah kuno Kerajaan Sumedang Larang. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Warga membongkar dan memindahkan makam kerabatnya di Desa Padajaya, Sumedang, Jawa Barat, 30 Agustus 2015. Kawasan tersebut akan tenggelam setelah penggenangan Waduk Jatigede dilakukan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Warga memotong pohon di lokasi yang akan digenangi di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, 29 Agustus 2015. Kayu tersebut dijual untuk menambah biaya pemindahan rumah mereka. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Warga berada di sekitar situs Tanjakan Embah di desa Jemah, Kecamatan, Jatigede, Sumedang, Jawa Barat,23 Agustus 2015. Situs Tanjakan Embah merupakan satu dari puluhan situs bersejarah cikal bakal kerajaan Sumedang Larang yang bakal tenggelam saat penggenangan waduk Jatigede. ANTARA/Dedhez Anggara