Wajan yang baru saja jadi didingankan terlebih dahulu sebelum kembali dipanaskan untuk pengecekan presisi cekungan wajan. Industri rumahan ini mampu membuat 50 buah wajan perharinya. Yogyakarta, 7 September 2015. TEMPO/Pius Erlangga

Seorang pekerja membawa wajan yang baru saja selesai dicetak menuju tempat pendinginan. Industri pembuatan wajan tersebut sudah berdiri sejak 32 tahun yang lalu. Yogyakarta, 7 September 2015. TEMPO/Pius Erlangga

Dua orang pekerja melakukan proses pengepresan pada cetakan wajan. Proses pengepresan dilakukan untuk menjaga presisi cekungan wajan. Yogyakarta, 7 September 2015. TEMPO/Pius Erlangga

Seorang pekerja sedang membawa cairan alumunium panas. Sebanyak 10 orang diperkerjakan pada industri rumahan ini. Yogyakarta, 7 September 2015. TEMPO/Pius Erlangga

Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan proses penuangan cairan alumunium panas, ke dalam cetakan.Wajan yang sudah jadi dipasarkan dengan harga Rp. 25.000,- hingga Rp. 1.800.000,-.Yogyakarta, 7 September 2015. TEMPO/Pius Erlangga

Seorang pekerja sedang menyelesaikan proses pengepresan pada cetakan wajan, di industri rumahan pembuat wajan bu Wagiyo, Mutihan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, 7 September 2015. Proses pengepresan cetakan wajan masih dilakukan secara tradisional. TEMPO/Pius Erlangga