Warga melintas permukaan telaga yang mengering akibat musim kemarau panjang sejak bulan Juli, di telaga Banteng, Melikan, Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta, 19 September 2015. Musim kemarau diprediksikan masih akan berlangsung hingga pertengahan November mendatang. TEMPO/Pius Erlangga

Seorang warga mengambil air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di telaga Banteng, Melikan, Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta, 19 September 2015. Musim kemarau yang melanda sejak bulan Juli telah membuat air dipermukaan telaga mengering. TEMPO/Pius Erlangga

Seorang warga berjalan membawa dua ember air setelah selesai mengambil air di telaga Banteng, Melikan, Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta, 19 September 2015. Musim kemarau yang melanda sejak bulan Juli telah membuat air dipermukaan telaga mengering. TEMPO/Pius Erlangga

Sejumlah warga mengambil air dengan gayung pada lubang sumber mata air di telaga Banteng, Melikan, Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta, 19 September 2015. Musim kemarau panjang mengakibatkan debit air di telaga mengering sehingga warga harus membuat lubang sedalam satu meter. TEMPO/Pius Erlangga

Sejumlah warga mengambil air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di telaga Banteng, Melikan, Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta, 19 September 2015. Menurut prediksi BMKG Provinsi Yogyakarta musim kemarau masih akan berlangsung hingga pertengahan November mendatang. TEMPO/Pius Erlangga

Seorang warga berjalan melintasi permukaan telaga yang mengering saat akan mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari di telaga Banteng, Melikan, Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta, 19 September 2015. Meskipun air dipermukaan telah mengering sejumlah warga tetap mengandalkan telaga Banteng sebagai pemenuh kebutuhan air sehari-hari. TEMPO/Pius Erlangga