Damian Erazo (30 tahun), menunjukkan modifikasi wajah yang dimilikinya di konvensi tato di Quito, Kolombia, 27 September 2015. REUTERS/Guillermo Granja

Damian Erazo dari Kolombia, menunjukkan matanya yang ditato dalam konvensi tato di Quito, Kolombia, 27 September 2015. REUTERS/Guillermo Granja

Damian Erazo, menunjukkan lubang tindikan di telinganya dalam konvensi tato di Quito, Kolombia, 27 September 2015. REUTERS/Guillermo Granja

Damian Erazo, menunjukkan lidahnya yang telah dimodifikasi dalam konvensi tato di Quito, Kolombia, 27 September 2015. REUTERS/Guillermo Granja

Damian Erazo, menunjukkan tato di jari-jarinya yang bertuliskan "Pura Vida" atau "Kehidupan Murni" konvensi tato di Quito, Kolombia, 27 September 2015. REUTERS/Guillermo Granja

Damian Erazo (kiri), bersama sejumlah pengunjung lainnya menghadiri hari terakhir konvensi tato di Quito, Kolombia, 27 September 2015. REUTERS/Guillermo Granja