Musni (40) bersama ibunya Minah (75) memakan nasi aking di kawasan Sukadiri, Tangerang, (25/9). Musim kemarau yang berkepanjangan serta kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat sejumlah warga memakan nasi aking untuk bertahan hidup.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

Minah (75) warga desa Sukadiri, Tanggerang saat makan nasi aking, (25/9). Musim kemarau yang berkepanjangan serta kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat sejumlah warga memakan nasi aking untuk bertahan hidup.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

Minah (75) memakan nasi aking di kawasan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, (25/9). Musim kemarau yang berkepanjangan serta kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat sejumlah warga memakan nasi aking untuk bertahan hidup. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

Minah (75) menunjukan bentuk nasi akaing yang ia makan sehari-hari di kawasan Sukadiri, Tangerang, (25/9). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

Minah (75) diberikan nasi aking oleh anaknya di kawasan Sukadiri, Tangerang, (25/9). Musim kemarau yang berkepanjangan serta kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat sejumlah warga memakan nasi aking untuk bertahan hidup. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

Minah (75) sedang memakan nasi aking yang merupakan nasi basi yang dikeringkan di kawasan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, (25/9). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.