Aktivis lingkungan hidup Greenpeace, Komunitas Elingan, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menggelar aksi unjuk rasa saat mengantar 11 botol sampel air Sungai Citarum yang tercemar menuju Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jawa Barat di kawasan Braga, Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/9). TEMPO/Prima Mulia

Aktivis lingkungan hidup Greenpeace, Komunitas Elingan, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia berbaring di Jalan Braga sebelum mengantar 11 botol sampel air Sungai Citarum yang tercemar menuju Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jawa Barat, Bandung, Jumat (28/9). TEMPO/Prima Mulia

Aktivis lingkungan hidup Greenpeace, Komunitas Elingan, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mengantar 11 botol sampel air Sungai Citarum yang tercemar menuju Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jawa Barat di kawasan Braga, Bandung, Jumat (28/9). TEMPO/Prima Mulia

Aktivis lingkungan hidup Greenpeace, Komunitas Elingan, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kantor Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/9). TEMPO/Prima Mulia

Seniman Tisna Sanjaya melukis di pakaian hazmat aktivis lingkungan hidup saat mengantar 11 botol sampel air Sungai Citarum yang tercemar di kantor Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jawa Barat di Bandung, Jumat (28/9). TEMPO/Prima Mulia

Aktivis lingkungan hidup menunjukan satu dari 11 botol yang berisi sampel air Sungai Citarum di kantor Badan Pengelola Lingkungan Hidup Jawa Barat di Bandung, Jumat (28/9). Mereka menekan pemerintah untuk memberikan informasi pada masyarakat tentang pengelolaan zat kimia beracun oleh industri yang selama ini mencemari aliran sungai. TEMPO/Prima Mulia