Dua siswa sekolah berjalan dengan latar semburan erupsi Gunung Barujari di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur, NTB, 6 November 2015. Warga yang tinggal di daerah terdekat dengan Gunung Rinjani tetak beraktivitas sepertia biasa dan tidak terpengaruh dengan letusan gunung Barujari. ANTARA/Ahmad Subaidi

Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Rinjani memantau letusan Gunung Barujari memalui layar "Closed Circuit Television" (CCTV) di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, 5 November 2015. ANTARA/Ahmad Subaidi

Warga memotret debu vulkanik Gunung Barujari yang menyembur di balik puncak Gunung Rinjani dari Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, 5 November 2015. Menurut Pos Pengamatan Gunung Rinjani aktivitas erupsi Gunung Barujari terus mengalami peningkatan dengan ketinggian letusan 2.000 meter di atas kawah Barujari. ANTARA/Ahmad Subaidi

Debu vulkanik gunung Barujari menyembur di balik puncak gunung Rinjani, terlihat dari Kecamatan Pringgabaya, Selong, Lombok Timur, NTB, pada 4 November 2015. Gunung Barujari yang berada di kaldera Gunung Rinjani mengeluarkan letusan abu vulkanik yang terbawa angin ke arah barat. ANTARA/Agung Wirawan

Gunung Barujari yang berada di tengah danau Segara Anak mengeluarkan debu vulkanik saat meletus di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada 25 Oktober 2015. Gunung Barujari atau Gunung Baru berada di kaldera Gunung Rinjani dengan kawah berukuran 170m x 200 meter. ANTARA/Lalu Edi